Agar Posting Jadi Lebih Ringan

Tidak terasa 2 bulan sudah, semenjak posting terakhir mengenai aktivitas memberikan pelatihan training multimedia pada tanggal 31 Mei 2009. Dua bulan ini terlewatkan tanpa aktivitas posting sama sekali. Hal buruk yang tidak boleh dicontoh, baik untuk teman-teman dan saya sendiri di masa yang akan datang.
Sibuk…… selalu menjadi kambing hitam diri untuk tidak menulis. Dengan alasan itulah, dua bulan yang terlalu berharga telah terlewatkan tanpa “knowledge sharing” dengan teman-teman di blog. Padahal, sebenarnya banyak, materi-materi menarik yang mampir di fikiran ini.
Saya mencoba memotivasi diri sendiri dan mudah-mudahan untuk teman-teman juga. Mencoba untuk mempertahankan aktivitas posting;
1. Siapkan kertas kecil dalam saku dan tulislah
Ide menulis kadang datang tak diundang, begitu juga kepergiannya. Siapkan perangkap agar tidak pergi begitu saja.
Biasakan, dalam setiap pagi hari kita, untuk mempersiapkan secarik kertas dan sebuah alat tulis. Atau media lain misalnya smartphone, yang memiliki kemampuan sama dengan komputer dalam hal pengolahan informasi. Tangkaplah ide itu, jangan sampai pergi begitu saja.
Ide itu bisa jadi sebuah peluang, dan masa depan yang lebih membahagiakan hati.

2. Sesegera mungkin untuk dituntaskan
Kesibukan merupakan bagian dari kehidupan kita. Kesibukan memang menyita banyak waktu dalam bagian kehidupan. Akan tetapi, jangan sampai mengikis waktu pribadi kita. Waktu pribadi, untuk lebih mengerti bagaimana dan seperti apa kita saat ini dan yang akan datang.
Tulisan merupakan bagian dari diri kita. Menulis, harus menjadi bagian dari kehidupan. Waktu untuk menulis, yang menjadi bagian dari kehidupan diri kita harus ada dalam setiap hari.
Resume yang telah ditulis dalam kertas kecil atau media lain, segeralah dituntaskan. Jika tidak segera, maka intuisi dan sense terhadap suatu ide tersebut akan mengalami pengurangan. Usahakan punya target, bahwa ise-ide itu akan terselesaikan dalam satu hari itu juga.

3. Tidak perlu banyak
Idealisme dalam diri untuk menuliskan segala sesuatu secara lengkap, kadang menjadi penghalang untuk menulis itu sendiri. Bagaimana tidak, sesuatu yang lengkap membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Beberapa tulisan dan penelitian menyampaikan, bahwa konten dalam media internet justru sebaiknya tidak banyak. Cukup tiga atau empat paragraf saja, kurang lebih demikian. Karena karakteristik pengunjung internet membutuhkan informasi yang singkat dan mudah dipahami.

Semoga dengan melaksanakan ketiga hal diatas, saya bisa aktif lagi dalam menulis, dan juga teman-teman.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

 

Tags: ,

5 Responses to “Agar Posting Jadi Lebih Ringan”

  1. yella Says:

    sebelum nulis di blog, aku biasanya nulis di kepala dulu kak..kebiasaan yang selalu dibawa kemana2..begitu ditulis ke blog ilang semua hahaha

  2. Hamrowi Says:

    iya..
    penyakitku sekarang… ngg istiqamah.. dan sering menunda..

  3. dedidwitagama Says:

    nice posting, lanjutkan …. lebih cepat lebih baik, untuk kesejahteraan generasi muda … he he he … kunjungan balasan pak

  4. Hamrowi Says:

    trims pak Dedi atas kunjungannya…

  5. yella Says:

    belom posting lagi mas?

Leave a Reply